Ninja 650cc Ditarget Dongkrak 15% Penjualan

Palembang, BP

Inovasi baru sepeda motor ini diharapkan mampu memenuhi kepuasan pencinta motor sport di Palembang.

Sejak hadir di Palembang awal Maret lalu, antusias masyarakat pencinta motor sport terhadap keberadaan Kawasaki Ninja 650cc cukup tinggi. PT Karya Semesta Investama selaku main dealer resmi Kawasaki Palembang pun optimis, produk teranyar ini dapat mendongkrak penjualan secara keseluruhan hingga 15 persen.

“Inovasi baru sepeda motor ini sengaja diciptakan untuk memenuhi kepuasan para pecinta motor sport di Indonesia, terutama di Palembang,” kata Kepala Cabang Kawasaki A Rivai Palembang, Taufik Saputra, kepada BeritaPagi, Senin (9/4).

Secara keseluruhan, rata-rata penjualan Kawasaki di Palembang dibukukan hingga 200 unit/bulan. Angka penjualan tersebut masih didominasi oleh Ninja RR dan Kawasaki KLX..

Ninja 650cc ini memiliki dua varian yaitu ER6-N dan Ninja 650 dengan tampilan full fairing. Perbedaan mencolok dari kedua varian tersebut terletak pada fairing depan. Khusus untuk Ninja ER6-N hanya memiliki dua pilihan warna yakni merah dan hijau. Sementara Ninja 650cc memiliki beragam warga seperti hijau, merah, hitam dan putih.

“Segmentasi pasar ninja 650cc, tertuju pada kalangan menengah ke atas. Karena harga yang dijual cukup tinggi berkisar Rp114juta/unit. Saat ini kami hanya melayani pembelian Ninja 650cc secara cash dan tidak melayani pembelian secara kredit,” katanya lagi.

Dia optimistis keberadaan Ninja 650cc dapat mendongkrak penjualan keseluruhan yang ditargetkan mencapai 250 unit/bulan. Disamping didukung kehadiran Ninja 650cc, target penjualan dapat terealisasi atas dukungan main dealer Kawasaki yang baru dibuka dua bulan lalu di Jalan Kol Atmo Palembang.

“Ekspansi jaringan ini sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan penjualan Kawasaki keseluruhan. Kami yakin Kawasaki akan tetap menjadi primadona masyarakat, khususnya pada kelas sport,” ujarnya.                                                                                    Terkait adanya pengetatan down payment (DP) kendaraan sebesar 20 persen, pihaknya akan berupaya melakukan penghitungan agar tidak memberatkan masyarakat dalam melakukan pembelian kendaraan.

“Kami akan berupaya membuat program subsidi dengan mengurangi angsuran per bulan atau bahkan melalui pemberian hadiah elektronik, helm dan lainnya guna mendongkrak penjualan,” pungkasnya. /bud