Harga Sembako Naik Tak Terkendali

Martapura, BP
Harga sembilan bahan pokok (sembako) pascaisu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 1 April lalu, terus mengalami kenaikan.

Batal naiknya harga BBM oleh pemerintah, tidak membuat harga kebutuhan pokok menurun namun justru kian mencekik.

Pantauan BeritaPagi di pasar tradisional Martapura dan Pasar Gumawang, Kabupaten OKUT,  Senin (9/4), kenaikan hampir terjadi terhadap harga bahan pokok.

Beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan adalah beras yang sebelumnya hanya Rp6.800 per kilogram naik menjadi Rp 7.500 per kilogram.

Bawang merah dan bawang putih yang sebelumnya Rp6 ribu per kilogram naik menjadi Rp10 ribu per kilogram.

Demikian juga dengan minyak sayur yang naik menjadi Rp11.500 per kilogram. Sebelumnya minyak sayur hanya Rp9.500 per kilogram.

Bahkan, harga daun ubi yang sebelumnya hanya Rp2 ribu per tiga  ikat, kini naik menjadi Rp1.000 per ikat.

Kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah maupun cabai keriting. Harga cabai merah saat ini mencapai hingga Rp20 ribu per kilogram.

Sebelumnya harga cabai hanya Rp6 ribu per kilogram. Sedangkan untuk harga cabai keriting Rp18 ribu yang sebelumnya berkisar antara Rp7 hingga Rp9 ribu per kilogram.

“Saat seperti adalah saat-saat yang berat bagi para ibu dalam mengatur keuangan. Saya tidak tahu bagaimana proses kenaikan harga kebutuhan pokok. Yang pasti kenaikan ini amat memberatkan,” keluh Rosidah (35), warga Belitang.

Menurut dia, kenaikan harga kebutuhan pokok terjadi sejak tiga minggu terakhir. Kenaikan tersebut bermula saat isu naiknya harga BBM mulai santer terdengar dan demonstrasi terjadi di mana-mana.

“Mau demo mau tidak, naik dan tidak harga BBM kami sudah merasakan dampaknya. Kalau mau naik harga BBM ya jangan heboh-heboh, karena belum apa-apa harga kebutuhan pokok sudah melonjak duluan. Nanti kalau naik bener bisa dibayangkan berapa lagi kenaikan harga kebutuhan pokok,” ujarnya dengan nada kesal.

Keluhan  sama dikemukan oleh Isah (34), warga Martapura. Menurutnya, harga kebutuhan poko saat ini sudah di luar nalar. Harga kebutuhan naik tidak terkendali dan warga sepertinya harus menelan pil pahit.

“Harga bahan pokok ini naik pasca isu kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. kenaikannya juga setelah adanya demonstrasi, namun setelah BBM tidak jadi naik, harga bahan pokok tetap mengalami kenaikan. Seharusnya harga bahan pokok ini tidak jadi naik karena BBM tidak jadi naik,” ujar Aisah. /mas