Beli Mobil Bekas Konsumen ‘Wait and See’

Palembang, BP

Sebagian besar masyarakat selaku konsumen lebih bersikap wait and see, sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi pembelian mobil bekas (mobkas). Tertundanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah justru menimbulkan kekhawatiran banyak pihak.

Pembina Asosiasi Pengusaha Mobil Bekas (APMB) Sumsel, Jamil Yusuf mengatakan, sebenarnya tertundanya kenaikan harga BBM tidak begitu berpengaruh terhadap penjualan mobil bekas. Hanya saja, masyarakat lebih memilih wait and see sampai adanya keputusan kenaikan harga BBM.

Jamil mengatakan, pada triwulan pertama 2012, penjualan mobkas relatif mengalami penurunan.  Turunnya penjualan kendaraan bekas itu dipicu banyak factor. Diantaranya, serbuan produk baru kendaraan, kenaikan harga pertamax, turunnya harga komoditi perkebunan Sumsel, hingga ketidakpastian pemerintah dalam menetapkan kenaikan harga BBM.

“Pada dasarnya penurunan penjualan kendaraan bekas di Sumsel, tidak begitu signifikan ketimbang daerah lain. Mengingat Sumsel merupakan daerah yang sangat kaya akan sumber daya alam seperti karet, CPO maupun pertambangan,” katanya.

Jika dihitung, lanjut Jamil, total penjualan mobil bekas di Palembang mencapai 2.500 hingga 3.000unit/bulan. Dengan asumsi angka itu diambil dari 500 showroom yang ada di Palembang yang mana rata-rata penjualan satu showroom sekitar 5 unit setiap bulannya.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ketika harga BBM dinaikkan pada enam bulan mendatang, akan berpengaruh terhadap penjualan kendaraan yang memiliki kapasitas mesin 2.000cc.

Kendaraan bekas berkapasitas mesin dibawah 2.000cc, akan menjadi primadona dan pilihan tepat bagi masyarakat, mengingat konsumsi BBM yang relatif lebih irit.

“Kami prediksi ini akan terjadi dimana mobil bekas berkapasitas 1.000cc, 1.300cc dan 1.500cc akan menjadi primadona masyarakat. Mobil ini bukan lagi sebuah barang mewah, melainkan sudah menjadi kebutuhan hidup masyarakat,” katanya lagi.

Ketika ditanyakan kebijakan BI yang melakukan pengetatan Down Payment (DP) kendaraan bermotor 30 persen, Jamil Yusuf mengatakan, aturan tersebut tidak akan berpengaruh terhadap penjualan.

“Selama ini masyarakat telah mengeluarkan DP besar untuk membeli kendaraan. Bahkan membayarkan uang muka 50 persen dari total harga jual kendaraan,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pengusaha Mobil Bekas (APMB) Sumsel, H Hermansyah H Ishak menambahkan, rendahnya permintaan masyarakat terhadap mobil bekas, lebih disebabkan banyaknya produk baru yang keluar sehingga masyarakat lebih bersikap menunggu hadirnya produk baru itu.

Dikatakannya, kondisi permintaan dan harga kendaraan akan kembali stabil pada Juni dan Juli mendatang. Apalagi pada bulan tersebut akan mendekati perayaan Idul Fitri.

“Indikator lain turunnya permintaan juga disebabkan dari turunnya harga komoditi di Sumsel seperti karet dan sawit. Tapi kami optimis pada semester II/2012 permintaan akan secara perlahan mulai membaik,” katanya.  /bud