Banyak Petani Ngutang Pupuk

Inderalaya, BP

Meski harga pupuk subsidi Urea dari PT Pusri dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp1800/kg atau Rp90 ribu/50kg, namun tak serta merta membuat petani senang.

Terbukti, hampir 70 persen petani membeli pupuk Urea dengan cara mengutang alias yarnen atau bayar panen. Otomatis harga jualnya terkerek lantaran membayarnya memiliki jangka waktu.

Hal tersebut pun diakui Kepala Perwakilan Pusri Kabupaten OI-OKI Hamdan kepada BeritaPagi, Senin (9/4).

Menurutnya, banyak kelompok tani yang tidak memiliki modal untuk membeli pupuk sehingga membeli dari pengecer dengan harga yang relatif tinggi.

Pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak lantaran hal tersebut berlangsung sesuai kesepakatan.

”Yang jelas harganya di atas HET Rp1.800/kg, mau bagaimana lagi sudah kesepakatan soalnya bayarnya mereka tiga sampai empat bulan ke depan setelah panen. Sementara pengecer tidak mau rugi karena modalnya berhenti,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut sudah berulang kali disampaikan agar membeli pupuk sesuai kebutuhan dan waktunya, namun namanya biaya tidak bisa ditebak apakah ada atau tidak.

“Ya lemah modal petaninya, diperkirakan 70 persen yarnen. Kita juga mirislah kalau begini, tapi mau bagaimana lagi,” katanya.

Disebutkan Hamdan, berdasarkan Pergub Sumsel No 30/2011 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian,  jumlahnya di 15 kabupaten/kota sebanyak 228.700 ton.

Namun untuk Ogan Ilir (OI) alokasinya sebanyak 7439,24ton. Menurutnya berdasarkan Perbup 8/2012 tentang alokasi dan HET pupuk bersubsidi pembagiannya Urea sebanyak 7.439,24 ton,  ZA 703,08 ton, NPK 4.278,99 ton, dan organik sebanyak 795,73 ton.

Terpisah, Yanto, warga Desa Pemulutan   mengaku pernah membeli pupuk di atas HET lantaran ia tidak memiliki uang untuk membeli secara kontan.

”Pernah dulu sampai di atas dua ribuan per kilogram, soalnya saya tidak bisa beli kontan jadi ngutang. Seharusnya ada koperasi yang berperan aktif sehingga bisa melayani petani kecil seperti kami yang sering berutang ini,” harapnya. /hen